Postingan

Menceritakan Tentangmu Yang Tak Bisa Kuceritakan

Saat lebaran dulu aku berbangga dengan hubunganku denganmu Kini, aku semakin berbangga karena hubunganku dengan Allah Karena, aku berpikir Ternyata cinta itu cukup Allah dan diri saja yang punya Jika dimiliki berdua, aku pikir itu bukan cinta Tapi sekedar berbagi rasa. Karena cinta sejatinya murni hanya berisi kebaikan saja Tidak terdapat didalamnya dosa Ya, seperti cinta Allah dan Rasul-Nya Karena rasa itu butuh balasan Karena rasa itu butuh kepekaan Bukan alasan dan bukan perjanjian Dan aku menceritakan tentangmu yang tak bisa ku ceritakan Pada orang tuaku Pada teman-temanku yang mengenalmu Pada dunia yang tak asing padamu Aku tak bermaksud menyembunyikanmu Aku hanya ingin kau terjaga dari dosa ghibah itu Ya, aku memendam semua kisahmu untuk ku kisahkan Aku memilih diam saat banyak pertanyaan yang membahas dirimu Karena jodoh telah di takdirkan Sebagaimana rejeki dan kematian Aku hanya bisa mengharapkanmu lewat diamku Mendoakanmu dalam hening malamku M...

MENANGISLAH SEBELUM RAMADHAN PERGI

Gambar
Menangislah , Sebelum Ramadhan Pergi... Kita pernah berjanji mengkhatamkan Al-Qur'an Setelah Ramadhan di akhir hitungan, kita tak jua beranjak dari juz awalan. Menangislah , Sebelum Ramadhan Pergi... Kita pernah berjanji menyempurnakan qiyamullail yang bolong penuh tambalan Setelah Ramadhan di akhir hitungan, kita tak jua menyempurnakan bilangan. Menangislah , Sebelum Ramadhan Pergi... Kita berdoa sejak Rajab dan Sya'ban agar disampaikan ke Ramadhan Setelah Ramadhan di akhir hitungan, Ternyata masih juga tak bisa menahan dari kesia-siaan Ternyata masih juga tak bisa menambah ibadah sunnah Bahkan.. Hampir terlewat dari menunaikan yang wajib Menangislah Ikhwan Akhwat, Menangislah wahai saudaraku. Biar butir bening itu jadi saksi di yaumil akhir Bahwa ada satu hamba yang bodoh, lalai, sombong lagi terlena Sehingga Ramadhan yang mulia pun tersia-sia. Menangislah , Dan tuntaskan semuanya malam ini, atas i'tikaf yang belum juga kita kerjakan. at...

Bumi Manusia Lahir dari Tangan Orang yang Tiga Kali Dipenjara

Gambar
Pramoedya menulis Bumi Manusia di Pulau Buru (1969-1979), tetapi dia sudah menyiapkan bahan-bahan penulisannya sebelum 1965. Pramoedya Ananta Toer mendekam selama 10 tahun di Buru, pulau seluas 847.320 hektar yang dijadikan kamp konsentrasi tahanan politik (tapol) oleh Orde Baru. Selama di Buru, Pramoedya, begitu pula ribuan tahanan lainnya, bekerja tanpa dibayar mulai dari memotong kayu, membuat sawah berikut irigasinya, hingga mengerjakan lahan milik pejabat kamp tahanan. Makanan yang mereka santap juga seadanya. Bahkan, dari hari ke hari, kualitas dan kuantitas makanan yang diterima semakin buruk. "Aku mulai makan tikus yang terlalu banyak terdapat di sini, kecil-kecil, hidup di bawah alang-alang, juga telur kadal untuk tidak punah karena turunnya gizi, kualitas, dan kuantitas makanan," ujar Pramoedya lewat kumpulan surat pribadinya selama di Buru Nyanyi Sunyi Seorang Bisu Jilid I & II. Pram, begitu dia akrab disapa, ditahan pada 13 Oktober 1965, tiga belas h...

Keutamaan Lailatul Qadar

Gambar
Semua pasti telah mengetahui keutamaan malam Lailatul Qadar. Namun, kapan malam tersebut datang? Lalu adakah tanda-tanda dari malam tersebut? Semoga kita dimudahkan oleh Allah untuk mendapatkan malam yang keutamaannya lebih baik dari 1000 bulan. Saudaraku, pada sepertiga terakhir dari bulan yang penuh berkah ini terdapat malam Lailatul Qadar, suatu malam yang dimuliakan oleh Allah melebihi malam-malam lainnya. Di antara kemuliaan malam tersebut adalah Allah mensifatinya dengan malam yang penuh keberkahan. Allah Ta’ala berfirman, إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ إِنَّا كُنَّا مُنْذِرِينَ (3) فِيهَا يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ (4) “Sesungguhnya Kami menurunkannya (Al Qur’an) pada suatu malam yang diberkahi. dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan. Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah.” (QS. Ad Dukhan [44] : 3-4). Malam yang diberkahi dalam ayat ini adalah malam lailatul qadar sebagaimana ditafsirkan pada surat Al Q...

[ Cermin ]

Gambar
Perspektif Cak Nun tentang Idul Fitri Budayawan Emha Ainun Nadjib atau Cak Nun memaknai Idul Fitri lebih mendalam, substansial, dan filosofis. Menurutnya, berhari raya itu mudah, tetapi beridul fitri diakui sangat sulit. dari berbagai sumber, Idul Fitri artinya adalah fitrah atau kembali ke asal muasal. Ibarat manusia, lahir kembali menjadi bayi. Selama Ramadan, manusia diminta untuk tidak makan, tidak minum, tidak mengumbar hawa nafsu (hubungan suami-istri) dan hal-hal yang melanggar dosa lainnya. Artinya, manusia diminta untuk mengikis diri yang serba material (kulit, tulang, dan segala sifat material tubuh). Dengan mengikis diri, manusia diajak untuk melakukan dematerialisasi atau ruhanisasi yang pada akhirnya bisa kembali kepada Tuhan yang Maha Esa. Setelah proses menuju Allah tercapai, maka diri ini adalah fitri. Maka, Cak Nun sebetulnya berpendapat, Idul Fitri mestinya tidak ada. Sebab, setelah proses puasa Ramadan berhasil mencapai Tuhan dari hasil pengikisan d...

#AkuBanggaAkuSastra

Gambar
Aku didera dilema, saat aku harus menentukan ke arah mana aku mulai merajut impianku. Tak jarang, akal dan suara hatiku berdebat. Berdebat tentang mana yang harus aku pilih—suara hatikah, atau pendapat tentang 'prospek ke depannya'-kah? Di sisi lain, aku ingin sekali mendengarkan apa kata hatiku. Tapi, stigma masyarakat terus mengintervensi pilihanku. Beberapa jurusan dipandang istimewa, sebagian yang lain dipandang sebelah mata. Ketika aku mendengarkan pilihan hatiku, aku dihantui dengan berbagai pendapat yang memandang bahwa apa yang aku pilih tidak akan menghasilkan apa-apa di masa depan nanti. Tidak jarang pula yang membanding-bandingkannya dengan jurusan lain. Aku sangat yakin semua pihak peduli padaku. Tapi menurutku, bukan jurusanlah yang menentukan masa depanku. Bukan universitaslah yang menentukan masa depanku. Tapi diri sendiri. Ketika aku memilih farmasi, tetapi yang aku bisa adalah meracik kata-kata—bukan meracik bahan kimia, institusi mana yang mau m...

MENGHORMATI YANG TIDAK BERPUASA?

Salah satu jawaban dari kabar yg beredar akhir2 ini. Semoga bermanfaat. MENGHORMATI YANG TIDAK BERPUASA? Oleh:Tere Liye 12 tahun silam, saat saya baru lulus kuliah, saya sudah menemukan konsep baru yang sangat membingungkan ini: Orang2 berpuasa diminta menghormati orang2 yang tidak berpuasa. Maka, saat Ramadhan datang, apa salahnya jika tempat2 hiburan tetap buka, rumah makan tetap beroperasi penuh, dsbgnya. Apa salahnya jika klub malam tetap beroperasi. Toh, mereka juga mencari makan, nafkah dari bisnis mereka. Saya membaca tulisan itu di milist (jaman itu belum ada media sosial). Saya masih muda, masih tidak berpengalaman. Saat membaca tulisan tersebut, aduhai, isinya masuk akal sekali. Benar loh, kan kita berpuasa itu disuruh menahan diri, agar jadi lebih baik, masa' kita akan tergoda saat melihat warung buka, masa' kita akan tergoda saat melihat tempat hiburan ada di mana2? Full beroperasi. Kalau masih, berarti puasa kita nggak oke. Itu logika yang masuk...